Sabtu, 17 Oktober 2009

Misteri Ledakan Di langit BONE Terpecahkan

Pada tanggal 8 Oktober 2009, sekitar pukul 11.00 WITA, warga kabupaten Bone mendengar sebuah ledakan di langit disertai asap memanjang yang menggantung selama beberapa menit. Hingga kini, otoritas setempat belum bisa memberikan kepastian mengenai sumber ledakan. Namun sebuah tulisan di sebuah media mengatakan bahwa misteri itu telah terpecahkan. Menurutnya ledakan itu adalah akibat pesawat sukhoi yang sedang mengadakan latihan. Benarkah ?


Dalam dua hari ini, saya mendapat beberapa permintaan untuk menulis mengenai ledakan Bone. Jadi kali ini saya memutuskan untuk menulis mengenai hal itu. Tulisan ini tidak bermaksud menjawab misteri ledakan itu. Namun saya akan mengemukakan apa yang percayai. Ini hanyalah pendapat pribadi seorang awam.

Informasi-informasi berikut ini saya kumpulkan dari beberapa media, terutama okezone.com, kompas.com dan detik.com. Karena rata-rata media lain juga memuat hal yang sama, maka saya hanya memfokuskan pada tiga media tersebut.

Bagi yang belum mengetahui soal ledakan itu, inilah kronologi peristiwa tersebut :

Waktu Ledakan
Ledakan misterius itu terjadi sekitar pukul 11.00 WITA. Warga kabupaten Bone mendengar ledakan itu sebanyak 4 kali. Walaupun ada juga yang hanya mengatakan 1 kali. Namun paling tidak kita mengetahui bahwa memang terjadi ledakan di udara. Ledakan ini juga terdengar di Gowa dan Wajo.

Deskripsi Saksi Mata
Selain ledakan, terlihat asap putih memanjang di langit yang diperkirakan berasal dari ledakan tersebut. Ini berhasil direkam oleh kamera ponsel seorang warga yang bisa kita lihat ditayangkan di berbagai stasiun televisi.

Saksi lain, seorang wanita, 30 tahun, bernama Nina Amir mengaku melihat sebuah objek berbentuk bola api dengan ekor jatuh disertai dengan suara ledakan saat ia melintasi jembatan kembar di Gowa.

Menurut warga lain, dinding-dinding rumah mereka bergetar dan ini dikonfirmasi dengan catatan yang dipantau oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan yang mencatat adanya gempa kecil berskala 1,9 skala Richter dengan sumber di sekitar teluk Bone.

Korban Jiwa
Hingga saat ini, tercatat ada satu korban jiwa yang berhubungan dengan peristiwa ini, yaitu seorang anak perempuan berumur 9 tahun yang terjatuh setelah mendengar ledakan. Menurut sumber disekitarnya, kemungkinan ia mengalami serangan jantung karena kaget.

Pendapat Otoritas Terkait
Pada awal terjadi laporan ledakan dan kepulan asap di langit, penduduk lokal mengira bahwa ledakan tersebut berasal dari pesawat sipil atau militer yang jatuh. Namun setiap pesawat yang tinggal landas pasti memiliki catatan penerbangan yang dilaporkan ke pihak terkait. Kali ini, otoritas setempat tidak mengumumkan adanya pesawat yang jatuh. Demikian juga TNI AU.

Jadi kita bisa mengabaikan teori ini.

Dibawah ini adalah teori-teori yang dikemukakan oleh otoritas terkait :

Staf BMKG Sulawesi selatan, Made Widiada yang diwawancarai oleh Okezone mensinyalir bahwa ledakan tersebut merupakan ledakan yang berasal dari gempa berskala kecil. (okezone). Namun teori ini tidak menjawab misteri kepulan asap panjang yang terlihat.

Kepala seksi data dan informasi stasiun meteorologi bandara sultan Hasanuddin, Hanafi Hamzah, mengatakan kepada detikcom bahwa ledakan tersebut kemungkinan diakibatkan oleh petir. Menurutnya saat ini adalah transisi dari musim kemarau ke hujan. Karena itu di langit terdapat banyak partikel awan yang dapat menimbulkan suara seperti letusan. (detikcom). Tapi teori ini juga tidak menjawab mengenai kepulan asap panjang yang terlihat.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia mengatakan kepada okezone bahwa kemungkinan penyebab ledakan adalah pesawat Sukhoi TNI AU yang sedang latihan pada sekitar waktu terjadi ledakan. Pada waktu itu ada enam pesawat TNI AU yang sedang latihan, yaitu 3 Sukhoi, 2 Boeing dan 1 Helikopter yang sedang melakukan latihan rutin di kabupaten Takalar, 80 km dari Makassar. Menurutnya, pesawat Sukhoi yang latihan bisa menimbulkan sonic boom.

Sonic Boom adalah sebuah gelombang kejut yang diakibatkan oleh pergerakan sebuah objek yang mencapai kecepatan suara (1.225 km/jam). Sonic boom menghasilkan energi dalam jumlah besar yang dapat terdengar seperti suara ledakan.

Jawaban marsekal Ida Bagus Putu Dunia ini dimuat oleh Okezone.com dalam artikel yang berjudul "Ledakan misterius Bone ulah latihan Sukhoi" dengan kalimat utama berbunyi :

JAKARTA - Misteri ledakan keras yang mengagetkan masyarakat Kabupaten Bone Sulawesi Selatan kemarin terpecahkan.

Namun anehnya, ketika saya membaca artikel tersebut, saya tidak melihat kasus ini terpecahkan karena di paragraf-paragraf berikutnya disebut bahwa pesawat Sukhoi yang latihan tidak melebihi kecepatan suara, maka tidak mungkin terjadi sonic boom. Lagipula Marsekal Putu Dunia tidak mau berkomentar ketika ditanya tentang adanya kepulan asap yang terlihat.

Jadi judul artikel di okezone kontradiktif dengan isinya. Misteri ledakan Bone belum terpecahkan !

Menurut saya, sepertinya teori-teori diatas (gempa, petir dan pesawat latihan) diatas tidak sesuai dengan deskripsi para saksi mata. Kita tahu bahwa para saksi mata melihat atau mendengar adanya :

1. Bola api bercahaya
2. Suara ledakan yang menimbulkan getaran.
3. Jejak asap yang terekam kamera

Karena itu, berdasarkan deskripsi tersebut, menurut saya teori yang paling sesuai adalah teori yang dikemukan oleh Lapan. Kepala peneliti utama astrofisika lembaga penerbangan dan antariksa nasional (lapan), Dr Thomas Jamaluddin kepada detikcom mengatakan sejak awal bahwa sumber ledakan tersebut kemungkinan adalah meteorit. Ini kutipannya :

"Kan ada ledakan dan cahaya membara, analisis sementara itu meteorit yang jatuh dan bergesekan dengan lapisan atmosfir," kata peneliti utama astronomi-astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Thomas Jamaluddin kepada detikcom, Kamis (8/10/2009)."(detikcom)

Pendapat Lapan ini didukung oleh kepala Observatorium Bosscha, Taufik Hidayat. Ini kutipan dari detikcom :

"Ciri-cirinya seperti meteor. Meteor bisa seperti itu," jelas Kepala Observatorium Bosscha Taufik Hidayat melalui telepon, Kamis (8/10/2009). Menurut dia, meteor bisa menimbulkan efek ledakan kalau berukuran cukup besar dan cukup padat. Asap itu seperti jejak dan bola api terjadi karena dalam keadaan kencang, kemudian pecah menjadi beberapa segmen. Ledakan ini pun menimbulkan getaran karena dia menimbulkan gelombang kejut," terangnya. (detikcom)

Namun Kepala Planetarium Bosscha tidak setuju dengan pendapat ini. Ini kutipan dari okezone :

"Kepala Planetarium Boscha, Moedji Raharto menilai kecil kemungkinan jika benda yang menghasilkan ledakan keras tersebut berasal dari benda asing atau meteor. "Karena pasti akan berpapasan dengan alat orbit bumi. Di mana pukul 10.00-11.00 kepala bumi sedang berada di lintasan sejajar dengan matahari. Kalaupun ada, pasti benda tersebut akan meledak di angkasa," kata Moedji saat dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (8/10/2009). Apalagi, lanjut Moedji, sangat jarang terjadi ada meteor yang masuk ke bumi pada pagi hari." (okezone)

Hanafi Hamzah yang percaya bahwa ledakan itu dari petir juga mengemukakan hal yang sama. Ini kutipan dari detikcom :

"Hanafi juga sempat ditanya soal kemungkinan suara ledakan itu berasal dari meteor. Menurut Hanafi, kemungkinan tersebut sangat kecil. "Dari sisi meterologi dan geofisika, kecil kemungkinan suara tersebut berasal dari meteor. Sebab meteor pasti akan terbakar dan habis sebelum sampai ke Bumi," ujar Hanafi. (detikcom)."

Saya akan menjawab dua keberatan ini di akhir tulisan ini.

Sekilas mengenai Meteor
Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya condong ke teori Lapan bahwa sumber ledakan itu adalah meteor. Tapi sebelum itu, mari saya luruskan sesuatu. Di internet beredar sebuah foto (walaupun tidak beredar terlalu luas, tapi cukup menggangu) yang disebut sebagai foto Ledakan Bone yang tertangkap kamera. Ini fotonya :


Sebenarnya, ini bukan foto ledakan Bone !

Hal ini jelas terlihat dari dua hal :

Pertama, ledakan Bone terjadi sekitar pukul 11.00 WITA Siang. Foto itu menunjukkan kondisi malam hari yang gelap.

Kedua, lihat logo di sebelah kanan bawah pada gambar no.1 yang ada tulisan "Global". Bagi yang sekilas melihat mungkin akan mengira bahwa gambar itu diambil dari Global TV. Tapi logonya jelas berbeda dengan logo Global TV. Saya belum pernah melihat logo tersebut.

Jadi berdasarkan dua poin kecurigaan tersebut, saya mulai melacak sumber foto tersebut. Saya menemukannya di Arsip Kompas.com tanggal 29 November 2008. Foto tersebut adalah foto meteor yang jatuh di langit Edmonton, Kanada, pada awal November 2008. Jadi bukan foto ledakan Bone. Klik disini untuk melihat artikel tersebut.

Karena itu mari kita lupakan foto tersebut. Saya akan membahas soal alasan saya mempercayai bahwa sumber ledakan itu adalah meteor.

Karena saya bukan ahli meteor, yang saya lakukan hanyalah mencari peristiwa-peristiwa lain di dunia yang memiliki deskripsi seperti yang diceritakan oleh penduduk Bone. Banyak peristiwa dengan deskripsi diatas terjadi di seluruh dunia, dan para ahli mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh meteor.

Ini beberapa contohnya :

Maryland, Amerika, 29 Maret 2009, 9:45 PM. Saya kutip :

"A spokesman for the center said Tuesday morning: “If it was a meteorite, we don’t track that kind of thing.” The bright fireball, which was followed one or two minutes later by an enormous booming sound, was seen by many people between Maryland and North Carolina."

Klik disini untuk sumber lengkapnya.

Norwegia, Juni 2006, 2:05 am. Saya kutip :

"I saw a brilliant flash of light in the sky, and this became a light with a tail of smoke," Bruvold told Aftenposten.no. He photographed the object and then continued to tend to his animals when he heard an enormous crash. I heard the bang seven minutes later. It sounded like when you set off a solid charge of dynamite a kilometer (0.62 miles) away." Bruvold said."

klik disini untuk sumber lengkapnya.

Alaska, Januari 2009, 3:30 pm. Saya kutip :

"A tremendous explosion, like a sonic boom, drew people outside, where they watched irregular contrails scribe paths in a clear sky."

klik disini untuk sumber lengkapnya.

Oh ya, bagi yang belum tahu, contrails adalah jejak asap di langit.

Deskripsi para saksi ini sangat mirip dengan ledakan Bone. Masih ada banyak peristiwa yang saya temukan mirip dengan ledakan Bone, namun karena saya tidak mau tulisan ini menjadi panjang, saya memutuskan hanya memuat tiga diantaranya.

Kesimpulan
Meteor yang bergerak dengan kecepatan tinggi dapat menimbulkan sonic boom, sama seperti pesawat yang bergerak dengan kecepatan suara. Menurut para ahli, meteor seukuran bola basket saja dapat menimbulkan sonic boom. Meteor tersebut masuk ke atmosfer bumi dan terlihat seperti bola api akibat gaya gesekan dengan udara. Akibat gesekan itu juga meteor tersebut akan pecah menjadi serpihan-serpihan. Jadi kalaupun ada, pecahan yang berhasil menyentuh bumi kemungkinan hanyalah berbentuk meteorit yang kecil sehingga akan sangat sukar ditemukan. inilah yang mungkin telah terjadi di Bone pada tanggal 8 Oktober kemarin.

Tapi mungkin anda bertanya, bagaimana dengan pendapat Moedji Raharto yang mengatakan bahwa sangat jarang meteor jatuh pada pagi hari ?

Jawaban saya sederhana. Moedji Raharto mengatakan "jarang", bukan "tidak mungkin". Lagipula saya menemukan contoh-contoh di dunia dimana meteor jatuh ke bumi pada pagi/siang hari.

Lalu bagaimana dengan jawaban pak Hanafi Hamzah yang mengatakan bahwa kecil kemungkinan ledakan itu berasal dari meteor karena meteor pasti akan terbakar habis sebelum sampai ke bumi ?

Jawaban saya adalah : Meteor tidak selalu terbakar habis sebelum sampai ke bumi. Meteor yang berhasil mencapai permukaan bumi disebut Meteorit.

Jadi saya tetap percaya bahwa ledakan tu bersumber dari meteor. Tapi seperti yang saya bilang, ini cuma pendapat seorang awam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar